- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Semua tidak dari kita, tapi semua yang kita jalani dalam hidup dimulai dari dalam diri kita.
Perjalanan kehidupan yang sudah kita lalui, belum tentu tujuan hidup kita.
Anda tahu sorga dari mana? Dari kata orang? Apa yg anda harapkan dari sorga? Apa anda sudah punya gambaran surga itu seperti apa?
Tidak mungkin anda ingin kesana, jika anda tidak punya gambaran yg anda inginkan?
Coba bandingkan surga dalam pikiran anda dgn surga dunia saat ini? Mana gambaran yg paling indah dalam pikiran anda? Maka itulah yg sedang anda tuju.
Katanya mau ke surga Tuhan tapi gambaran masih mengambang, bagaimana bisa bersyukur dan menginginkannya.
Pantas setiap yg kita lakukan terasa biasa dan jadi beban ternyata gambaran surga kita masih mengambang. Dan lebih sempurna gambaran surga dunia di pikiran kita.
1 kor 2:7
Kemuliaan seperti disurga,sudah ditaruhkan di antara kita krn kita diciptakan penuh kemuliaan.
Dan yg membuat semua kemuliaan itu mulia adalah Allah. Dan semua isi surga adalah keinginan Allah. Jgn pikir di surga itu ada keinginan kita, semua adalah perkenanan Allah.
Jgn berimajinasi semua yg indah dipikiran kita ada di surga. Karena dunia yang dulu penuh kemuliaan kini sudah tercemar dan jauh dari perkenanan Allah.
Nyapain pusing mikirin kematian lalu mengejar surga? Padahal surga sudah ditaruh di tengah2 kita berserta kemuliaannya yang kini tersembunyi. Melalui hikmat hal itu bisa diungkapkan seperti awal dunia saat semua masih terbuka dan tersedia.
Melalui Yesus semua itu dapat kembali dibukakan. Dgn perantara Roh kudus dan perkenanan Allah Bapa.
Kis 3:11
Di surga tidak ada kepentingan pribadi.
Yang kita kerjakan di dunia bukan soal diri kita lagi, tapi keinginan Tuhan atas kita terhadap dunia.
Banyak kita heran melihat orang lain bisa luar biasa dalam Tuhan, padahal kita juga bisa.
Walau org israel keturunan abraham, tapi menolak yang kudus dan benar. Seperti saat mereka menolak kemuliaan Yesus.
Orang bisa heran karena tidak ada kehidupan yg seperti dibawa Yesus itu di dunianya, dan jika kehidupan yang penuh kemuliaan itu sudah bisa kita lihat, genggam kuat dan jangan lepaskan. :).
Dunia akan kembali menjadi seperti surga saat kita menarik kembali kemuliaan itu, mari berbuah dan jadikan Yesus pokok segala sesuatu yg tumbuh dan berkembang dalam kehidupan kita sehari-hari.
Seperti yg kita ketahui Tujuan Yesus datang ke dunia, untuk mengembalikan kemuliaan dunia seperti hubungan anak dan Bapa pada mulanya tanpa jarak dan batasan. :)
Maka mari kita sadari bersama perjalanan kita agar mencapai semua kemuliaan itu masih sangat jauh, maka segera mulai, jika tidak maka kita tidak akan bisa mencapainya krn perjalanan masih panjang tapi waktu kita tidak panjang saudaraku.
Kesadaran yang membuat dosa kita terhapuskan, kita sadar maka kita bisa membuka mata dan melihat apa yang tidak benar dalam hidup kita, baru kita bisa melangkah dengan jelas dan terarah.
Bila belum sadar maka mata kita masih bertutup, dan kita terus berdiri diam menunggu mau melangkah. Apa yang mau di tunggu dan kenapa memaksakan diri melangkah jika mata sendiripun belum mau dibukakan.
Dalam Tuhan tidak ada paksaan, maka sadarkan diri kita. Jika kita merasa dipaksa dalam Tuhan coba sadarkan lagi diri kita apa yg sedang kita pertahankan? Dan siapa yang senang saat kita mempertahankannya. Dan siapa yg sedang berkuasa atas diri kita?
Mau sadar? Heran dulu sama Yesus. Kalau mau heran ya buka mata lalu lihat pengorbanan dan Kasih Yesus. Jgn tutup mata lalu banyak mikir dan banyak omong.
Katanya mau berubah tapi tidak mau diubahkan, dan terus membuat alasan. Semua alasan itu benar menurut pikiran, pembenaran akan membuat kita berpikir kalau yang tidak benar itu bukan suatu masalah, dan semua masih baik2 saja.
Apa yang Yesus jalani bisa kita jalani, kalau kita buka mata kita, lihat dan lakukan dangan kemuliaan lalu selesai. Sederhana bukan, lalu apa yg membuat jadi rumit coba tanya diri kita.
Kehadiran keraajaan surga didunia sudah pernah terjadi, dan itu sudah terbukti dari jemaat mula-mula dan yang menjadi saksi bukan lagi segelintir orang tapi semua generasi pada masa itu.
Kita tidak ada yang sanggup saudaraku tapi kita di sanggupkan.
Kesadaran itu tidak memaksa dan membuat kita sesak saudara, tapi memberi kelegaan. Jadi kanapa kita tidak coba sadar? Bila sebelumnya kita selalu merasa sesak dan tertekan.
Melakukan hal yang senang2 tidak akan membuat anda lega, tapi mengendapkan hal kotor agar permukaannya agak jernih.
Jika yang kita pikirkan adalah pikiran Allah semua terasa lega dan tidak ada masalah saudara haha :D dan heran melihat orang masih mau saja bingung :)
Kita sering merasa berjumpa dgn Tuhan dan Tuhan hadir di sekitar kita, tapi apa gunanya jika kita tidak mengambil kemuliaan dari-Nya yang mengubahkan kita.
Apa mau Tuhan hadir, kita lega lalu selesai, cuma itu?
Seiring waktu, jika kita tidak sadar dan terus memaksa berjalan. Kita akan semakin menyimpang saudaraku. Bebaskan pikiran kita dari pikiran lama jangan di pertahankan, tanggalkan saudaraku.
Apa yg kita miliki saat ini bukan yang sebenarnya, kita banyak ditipu saudaraku.
Perjalanan kehidupan yang sudah kita lalui, belum tentu tujuan hidup kita.
Anda tahu sorga dari mana? Dari kata orang? Apa yg anda harapkan dari sorga? Apa anda sudah punya gambaran surga itu seperti apa?
Tidak mungkin anda ingin kesana, jika anda tidak punya gambaran yg anda inginkan?
Coba bandingkan surga dalam pikiran anda dgn surga dunia saat ini? Mana gambaran yg paling indah dalam pikiran anda? Maka itulah yg sedang anda tuju.
Katanya mau ke surga Tuhan tapi gambaran masih mengambang, bagaimana bisa bersyukur dan menginginkannya.

Pantas setiap yg kita lakukan terasa biasa dan jadi beban ternyata gambaran surga kita masih mengambang. Dan lebih sempurna gambaran surga dunia di pikiran kita.
1 kor 2:7
Kemuliaan seperti disurga,sudah ditaruhkan di antara kita krn kita diciptakan penuh kemuliaan.
Dan yg membuat semua kemuliaan itu mulia adalah Allah. Dan semua isi surga adalah keinginan Allah. Jgn pikir di surga itu ada keinginan kita, semua adalah perkenanan Allah.
Jgn berimajinasi semua yg indah dipikiran kita ada di surga. Karena dunia yang dulu penuh kemuliaan kini sudah tercemar dan jauh dari perkenanan Allah.
Nyapain pusing mikirin kematian lalu mengejar surga? Padahal surga sudah ditaruh di tengah2 kita berserta kemuliaannya yang kini tersembunyi. Melalui hikmat hal itu bisa diungkapkan seperti awal dunia saat semua masih terbuka dan tersedia.
Melalui Yesus semua itu dapat kembali dibukakan. Dgn perantara Roh kudus dan perkenanan Allah Bapa.
Kis 3:11
Di surga tidak ada kepentingan pribadi.
Yang kita kerjakan di dunia bukan soal diri kita lagi, tapi keinginan Tuhan atas kita terhadap dunia.
Banyak kita heran melihat orang lain bisa luar biasa dalam Tuhan, padahal kita juga bisa.
Walau org israel keturunan abraham, tapi menolak yang kudus dan benar. Seperti saat mereka menolak kemuliaan Yesus.
Orang bisa heran karena tidak ada kehidupan yg seperti dibawa Yesus itu di dunianya, dan jika kehidupan yang penuh kemuliaan itu sudah bisa kita lihat, genggam kuat dan jangan lepaskan. :).
Dunia akan kembali menjadi seperti surga saat kita menarik kembali kemuliaan itu, mari berbuah dan jadikan Yesus pokok segala sesuatu yg tumbuh dan berkembang dalam kehidupan kita sehari-hari.

Seperti yg kita ketahui Tujuan Yesus datang ke dunia, untuk mengembalikan kemuliaan dunia seperti hubungan anak dan Bapa pada mulanya tanpa jarak dan batasan. :)
Maka mari kita sadari bersama perjalanan kita agar mencapai semua kemuliaan itu masih sangat jauh, maka segera mulai, jika tidak maka kita tidak akan bisa mencapainya krn perjalanan masih panjang tapi waktu kita tidak panjang saudaraku.
Kesadaran yang membuat dosa kita terhapuskan, kita sadar maka kita bisa membuka mata dan melihat apa yang tidak benar dalam hidup kita, baru kita bisa melangkah dengan jelas dan terarah.
Bila belum sadar maka mata kita masih bertutup, dan kita terus berdiri diam menunggu mau melangkah. Apa yang mau di tunggu dan kenapa memaksakan diri melangkah jika mata sendiripun belum mau dibukakan.
Dalam Tuhan tidak ada paksaan, maka sadarkan diri kita. Jika kita merasa dipaksa dalam Tuhan coba sadarkan lagi diri kita apa yg sedang kita pertahankan? Dan siapa yang senang saat kita mempertahankannya. Dan siapa yg sedang berkuasa atas diri kita?
Mau sadar? Heran dulu sama Yesus. Kalau mau heran ya buka mata lalu lihat pengorbanan dan Kasih Yesus. Jgn tutup mata lalu banyak mikir dan banyak omong.
Katanya mau berubah tapi tidak mau diubahkan, dan terus membuat alasan. Semua alasan itu benar menurut pikiran, pembenaran akan membuat kita berpikir kalau yang tidak benar itu bukan suatu masalah, dan semua masih baik2 saja.
Apa yang Yesus jalani bisa kita jalani, kalau kita buka mata kita, lihat dan lakukan dangan kemuliaan lalu selesai. Sederhana bukan, lalu apa yg membuat jadi rumit coba tanya diri kita.
Kehadiran keraajaan surga didunia sudah pernah terjadi, dan itu sudah terbukti dari jemaat mula-mula dan yang menjadi saksi bukan lagi segelintir orang tapi semua generasi pada masa itu.
Kita tidak ada yang sanggup saudaraku tapi kita di sanggupkan.
Kesadaran itu tidak memaksa dan membuat kita sesak saudara, tapi memberi kelegaan. Jadi kanapa kita tidak coba sadar? Bila sebelumnya kita selalu merasa sesak dan tertekan.
Melakukan hal yang senang2 tidak akan membuat anda lega, tapi mengendapkan hal kotor agar permukaannya agak jernih.
Jika yang kita pikirkan adalah pikiran Allah semua terasa lega dan tidak ada masalah saudara haha :D dan heran melihat orang masih mau saja bingung :)

Kita sering merasa berjumpa dgn Tuhan dan Tuhan hadir di sekitar kita, tapi apa gunanya jika kita tidak mengambil kemuliaan dari-Nya yang mengubahkan kita.
Apa mau Tuhan hadir, kita lega lalu selesai, cuma itu?
Seiring waktu, jika kita tidak sadar dan terus memaksa berjalan. Kita akan semakin menyimpang saudaraku. Bebaskan pikiran kita dari pikiran lama jangan di pertahankan, tanggalkan saudaraku.
Apa yg kita miliki saat ini bukan yang sebenarnya, kita banyak ditipu saudaraku.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar